Blog pribadi · Review mobil jadul Tua boleh, loyo jangan
Honda Accord Maestro CB3
Sedan

Honda Accord Maestro:
Sedan Kotak yang Bikin Orang Naik Kelas

Review • 24 Agustus 2026 • 7 menit baca
← Kembali ke Beranda

Kalau Cielo adalah sedan yang membulat dan ramah, Maestro adalah pendahulunya yang lebih tegas dan lebih formal. Awal 90-an, mobil ini jadi penanda bahwa pemiliknya sudah "sampai" — parkir di halaman kantor, di depan rumah, atau di pesta pernikahan, Maestro selalu terlihat pantas. Dan uniknya, kesan itu belum sepenuhnya hilang sampai sekarang.

Honda Accord Maestro adalah nama pasar Indonesia untuk Accord generasi keempat dengan kode sasis CB, yang dijual sekitar 1990 sampai 1993 sebelum digantikan Cielo. Nama Maestro dipakai untuk memberi kesan mewah — dan kalau melihat isi kabinnya waktu itu, kesan tersebut memang beralasan.

Sejarah Singkat

Generasi CB adalah momen ketika Accord tumbuh dewasa. Bodinya lebih lebar dan lebih rendah dari generasi sebelumnya, dengan garis-garis lurus dan pilar tipis yang membuat kaca terasa luas dari dalam. Honda juga memasang suspensi double wishbone di keempat roda — teknologi yang saat itu jarang ada di sedan keluarga.

Di Indonesia, Maestro awalnya datang dengan mesin 2.000 cc SOHC 16 katup bersistem karburator. Sekitar 1992, Honda beralih ke sistem injeksi PGM-FI, dan versi injeksi inilah yang sampai sekarang paling dicari — tenaganya jelas lebih besar dan karakternya lebih responsif.

Honda Accord Maestro tampak samping
Siluet rendah dan panjang dengan pilar tipis — resep desain Honda awal 90-an. Foto: Wikimedia Commons.

Spesifikasi (Maestro versi injeksi, 1992–1993)

MesinF20A, 4 silinder segaris, 1.997 cc, SOHC 16 katup, PGM-FI
Tenaga± 145 PS @ 5.900 rpm
Torsi± 187 Nm @ 4.400 rpm
Versi awalKarburator, ± 110 PS @ 6.000 rpm (sampai sekitar 1991)
TransmisiManual 5-percepatan / otomatis 4-percepatan
PenggerakRoda depan (FF)
SuspensiDouble wishbone depan dan belakang
Dijual di Indonesia1990–1993

Rasa Berkendara

Maestro terasa lebih "mobil pengemudi" dibanding kesan formalnya. Bodinya yang rendah dan lebar membuat titik beratnya enak, sementara double wishbone-nya memberi respons setir yang jauh lebih tajam dari yang kamu duga untuk sedan keluarga.

Honda Accord Maestro tampak belakang
Buritan lurus dengan lampu memanjang. Bersih, formal, tanpa hiasan berlebih. Foto: Wikimedia Commons.

Penyakit Khas

Plus & Minus

Kelebihan

  • Desain kotak awal 90-an yang makin dihargai penggemar
  • Handling tajam berkat double wishbone empat roda
  • Versi injeksi bertenaga besar untuk ukuran sedan 2.000 cc era itu
  • Kabin lega dengan visibilitas sangat baik
  • Harga masuk masih terjangkau dibanding sedan Eropa sekelas

Kekurangan

  • Unit karburator makin sulit dicarikan mekanik yang paham
  • Sparepart bodi dan trim orisinal mulai langka
  • Konsumsi bensin tidak irit, apalagi di kemacetan kota
  • Pajak tahunan lebih berat dari sedan kompak sezamannya
  • Banyak unit tersisa sudah pernah dimodifikasi atau dicat ulang asal

Harga Pasaran & Tips Berburu

Maestro termasuk motuba dengan harga masuk paling ramah: unit layak pakai umumnya masih bisa ditemukan di kisaran 30–60 jutaan. Yang naik jauh lebih tinggi adalah unit orisinal luar-dalam dengan cat masih bagus dan interior utuh — barang seperti ini makin jarang muncul di pasaran.

Galeri

8.1/ 10

Verdict: Kemewahan 90-an dengan Harga Paling Masuk Akal

Maestro adalah cara termurah untuk merasakan sedan Honda era keemasan: kaki-kaki canggih, kabin lega, dan desain yang justru makin menarik seiring waktu. Cari versi injeksi yang orisinal, urus kaki-kakinya sekali dengan benar, dan mobil ini akan terasa jauh lebih mahal dari harga belinya.