Blog pribadi · Review mobil jadul Tua boleh, loyo jangan
Mitsubishi Galant VR-4 E39A 1988
Rally Icon

Mitsubishi Galant VR-4:
Kakek Buyut Semua Lancer Evolution

Review • 24 Agustus 2026 • 8 menit baca
← Kembali ke Beranda

Semua orang hafal Lancer Evolution. Sedikit yang ingat bahwa resep Evo — mesin 4G63 turbo, penggerak empat roda, bodi sedan keluarga yang tampak polos — tidak diciptakan untuk Lancer. Resep itu lahir empat tahun lebih awal, di sebuah sedan menengah bernama Galant VR-4. Tanpa dia, tidak akan pernah ada Evo I sampai Evo X.

Galant VR-4 muncul pada Oktober 1987 sebagai varian puncak Galant generasi keenam, dengan kode sasis E39A. Nama VR-4 sendiri singkatan dari Viscous Realtime 4WD — dan itu bukan basa-basi marketing, karena mobil ini memang dibangun untuk satu alasan yang sangat spesifik: memenuhi syarat homologasi Grup A supaya Mitsubishi bisa turun di Kejuaraan Dunia Reli.

Sejarah Singkat

Ketika FIA membubarkan Grup B yang gila-gilaan dan menggantinya dengan Grup A pada 1987, aturannya berubah drastis: mobil reli harus berbasis mobil produksi massal yang benar-benar dijual ke publik. Pabrikan Jepang menjawabnya dengan cara yang mirip — bangun sedan biasa, lalu jejalkan turbo dan penggerak empat roda ke dalamnya. Toyota punya Celica GT-Four, Subaru menyiapkan Legacy RS, dan Mitsubishi menurunkan Galant VR-4.

Tim Mitsubishi Ralliart Europe memakai Galant VR-4 dari 1988 sampai 1992 dan memenangi beberapa reli kelas dunia — antara lain 1000 Lakes Rally 1989 bersama Mikael Ericsson, RAC Rally 1989 bersama Pentti Airikkala, dan Swedish Rally 1991 bersama Kenneth Eriksson. Dalam trim reli, mesin 4G63 yang sama sanggup dipaksa sampai kisaran 300 hp.

Pada 1992, Mitsubishi memindahkan seluruh isi perut Galant VR-4 — mesin, transmisi, dan sistem penggerak empat rodanya — ke bodi Lancer yang lebih kecil dan lebih ringan. Hasilnya diberi nama Lancer Evolution. Sejak saat itu Galant VR-4 pelan-pelan tergeser dari sorotan, meski generasi berikutnya masih lanjut sampai versi V6 twin-turbo di akhir 90-an.

Mitsubishi Galant VR-4 tampak samping
Siluetnya sedan kantoran biasa — persis seperti yang diinginkan penggemar sleeper. Foto: Wikimedia Commons.

Spesifikasi (Galant VR-4 E39A, spek Jepang)

Mesin4G63T, 4 silinder segaris, 1.997 cc, DOHC 16 katup, turbo + intercooler
Tenaga± 205 PS @ 6.000 rpm (195–240 PS tergantung pasar dan tahun)
Torsi± 300 Nm @ 3.000 rpm
TransmisiManual 5-percepatan
PenggerakEmpat roda permanen, pembagian torsi 50:50, LSD viscous
Fitur khas4WS (kemudi empat roda) pada sebagian varian
Bobot± 1.400 kg
Produksi1987–1992

Rasa Berkendara

Yang paling mengejutkan dari VR-4 adalah betapa tidak dramatisnya dia saat dikendarai pelan. Kabinnya sedan keluarga, posisi duduknya tegak, suspensinya tidak menyiksa. Lalu turbo mulai bekerja di sekitar 3.000 rpm dan mobil ini berganti kepribadian dalam hitungan detik.

Mitsubishi Galant VR-4 tampak belakang
Tanpa emblem VR-4 di bagasi, tak banyak yang curiga isi kap mesinnya. Foto: Wikimedia Commons.

Realita di Indonesia

Perlu jujur di sini: Galant VR-4 tidak pernah dipasarkan resmi di Indonesia. Yang beredar luas dan dikenal orang justru saudara-saudaranya yang lebih kalem — Galant generasi keenam versi standar, lalu Galant "Hiu" di pertengahan 90-an. Unit VR-4 yang ada di sini hampir semuanya masuk lewat jalur impor perorangan, dalam jumlah yang bisa dihitung jari.

Konsekuensinya dua: harganya tidak punya patokan pasar yang jelas, dan urusan panel bodi serta interior benar-benar berburu sampai ke luar negeri. Kabar baiknya, jeroan mesin 4G63T justru relatif gampang — banyak komponennya berbagi dengan Lancer Evolution generasi awal yang ekosistem bengkel dan pemainnya sangat hidup di Indonesia.

Plus & Minus

Kelebihan

  • Sleeper sejati — tampang polos, isi mesin reli
  • 4G63T legendaris dan kuat menerima peningkatan tenaga
  • Penggerak empat roda permanen membuat tenaga besar tetap terpakai
  • Nilai sejarah tinggi sebagai cikal bakal Lancer Evolution
  • Populasi sangat sedikit, nyaris mustahil ketemu kembaran di jalan

Kekurangan

  • Tidak pernah masuk resmi Indonesia — dokumen dan riwayat wajib diteliti
  • Panel bodi, lampu, dan trim interior sangat sulit dicari
  • Sistem 4WD dan 4WS menambah titik kerusakan yang mahal
  • Banyak unit sudah dimodifikasi berat oleh pemilik sebelumnya
  • Konsumsi bensin boros, apalagi kalau boost sudah dinaikkan

Penyakit Khas & Tips Berburu

Galeri

8.7/ 10

Verdict: Mobil Sejarah, Bukan Mobil Harian

Galant VR-4 adalah mesin waktu ke era ketika pabrikan Jepang membangun sedan keluarga hanya demi memenangkan reli. Kalau kamu ketemu unit sehat dengan surat beres, itu peluang langka. Tapi jangan berilusi ini mobil praktis — dia menuntut pemilik yang sabar berburu part dan tidak keberatan tangannya kotor.